Rabu, 30 November 2011

PENETAPAN TUJUAN


GITA PUTRI AZIZA
1DB11
33111088
UNIVERSITAS GUNADARMA

PENETAPAN TUJUAN
Penetapan tujuan itu penting”  pernah dengar kata-kata ini “ Visi adalah Awal dari keberhasilan”  mungkin  sudah tidak asing lagi bagi kita yang sering menonton televisi karena itu adalah kata-kata yang saya kutip dari iklan di televisi , begitu banyak dari kita menjalani hidup ini tanpa arah dan tujuan terus terang saya kurang setuju dengan anda yang beranggapan seperti ini  “Jalanin aja hidup ini apa adanya” , kalo hidup ini bisa berbica seperti layaknya seorang narator mungkin dia akan membalas anggapan tersebut dengan “Jalanin hidup dengan apa adanya ? ada apanya ? “, dia berbalik bertanya kepada yang beranggapan yang  menjalani hidupnya seperti itu. Seorang yang beranggapan seperti itu  adalah Si putus asa yang mudah menyerah , akan mengalami kegagalan dan pasti mengeluh dengan apa yang ia dapat selama ini di kehidupannya . Percaya atau tidak jika kita menjalani hidup ini dengan setengah-setengah maka hasilnya pun akan setengah juga . Penetapan tujuan itu sangatlah penting di biasakan sedini mungkin untuk menuliskan tujuan-tujuan anda pada sebuah kertas dan simpanlah baik-baik kertas tersebut suatu saat ketika anda sedikit melenceng dari arah tujuan anda lihatlah kertas tersebut , dan kembalilah lurus terhadap tujuan anda yang semula. Sering kita mengahadapi dilema kehidupan dimana seseorang harus memilih salah satu bukan keduanya dan tidak bisa dia tinggalkan pilihan tersebut. Berpikirlah secara matang lakukan pemikiran-pemikiran yang paling baik , sekalipun anda harus merubah tujuan anda yang semula tapi itu tidak apa asalkan untuk kehidupan anda yang lebih baik. Tidak ada kata gagal yang ada hanyalah perintah untuk perbaikan dalam diri kita untuk menjadi lebih baik ataupun belajar, Dalam kamus kehidupan saya tidak kata gagal kalau saya belum berhasil itu tandanya saya masih dalam proses pembelajaran. Percaya terhadap kemampuan diri sendiri dan jangan membuat dinding pembatas untuk diri kita terhadapan kebaikan.
Sahabat blogger yang baik hatinya terima kasih untuk meluangkan banyak waktu untuk membaca tulisan saya. Apapun yang anda lakukan, lakukanlah yang terbaik dan biasakan diri untuk selalu melakukan yang terbaik.

pengertian misi dan tujuan


A. Pengertian

Dalam sejarah kehidupan manusia, tidak ada atau dijumpai fakta yang menunjukkan bahwa manusia dapat hidup sendiri selama-lamanya.

Kelompok manusia selalu hidup bersama dan bekerja sama untuk mewujudkan cita-cita, impian, harapan, ide-ide agar menjadi sebuah kenyataan. Kegiatan yang terorganisir ini bisa disebut dengan organisasi. Bila disederhanakan untuk mendefinisikan tentang organisasi, yakni “adanya sistem dari sekelompok orang yang bekerja sama dalam melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu”.

Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa yang dinamakan organisasi terdapat beberapa unsur, yakni: sistem, kumpulan orang, kerja sama, adanya kegiatan, adanya tujuan.

Semua unsur-unsur tersebut saling terkait antara satu dengan yang lain. Apabila ada kumpul-kumpul namun hanya untuk happy-happy (cangkru’an), hal tersebut masih belum dikategorikan sebuah organisasi. Begitu juga kalau ada tujuan namun dikerjakan oleh satu orang juga masih belum masuk kategori organisasi.
B. Pondasi Organisasi

1. Visi, Misi, dan Tujuan

a. Pengertian Visi

Visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan – tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut pada masa yang akan datang. Visi itu tidak dapat dituliskan secara lebih jelas menerangkan detail gambaran sistem yang ditujunya, dikarenakan perubahan ilmu serta situasi yang sulit diprediksi selama masa yang panjang tersebut. Beberapa persyaratan yang hendaknya dipenuhi oleh suatu pernyataan visi: Berorientasi ke depan, Tidak dibuat berdasarkan kondisi saat ini, Mengekspresikan kreatifitas, dan berdasar pada prinsip nilai yang mengandung penghargaan bagi masyarakat

b. Pengertian Misi

Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan Visi. Misi organisasi adalah tujuan dan alasan mengapa organisasi itu ada. Misi juga akan memberikan arah sekaligus batasan proses pencapaian tujuan.

c. Tujuan

Merupakan sesuatu yang akan di capai dalam rentang waktu tertentu, Tujuan berdasarkan rentang dan cakupanya dapat di bagi dala beberapa karakteristik antara lain : a.Tujuan Jangka panjang, b.Tujuan Jangka menengah dan, c.Tujuan Jangka pendek

2. Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah “melakukanya dalam kerja” dengan praktik seperti pemagangan pada seorang senima ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.

3. Statuta, AD/ART dan Aturan Lainnya

Statuta artinya, keadaan, atau keberadaan, atau kedudukan orang atau badan (pribadi, organisasi atau kelembagaan).

AD-ART adalah dasar dan peraturan yang mengikat seseorang atau kelompok dalam berbagai kegiatan atau program yang mereka lakukan atau akan kerjakan.

Perbedaan antara statuta, AD/ART adalah STATUTA merupakan keadaan, kedudukan seseorang atau lembaga dalam berbagai situasi atau kondisi yang terjadi baik pada saat sekarang maupun pada masa yang akan datang, sedangkan AD ART lebih menekankan pada peraturan yang mengikat pada anggota organisasi itu sendiri.

4. Kaderisasi

Organisasi, apapun itu mutlak mensyaratkan kaderisasi. Kaderisasi adalah proses pendidikan jangka panjang untuk menanamkan nilai-nilai tertentu kepada seorang kader.

Apa yang terjadi bila Kaderisasi gagal?

Yang akan terjadi, nilai-nilai organisasi tidak sampai kepada generasi berikutnya. Generasi tua akan selalu memikul beban sejarah sendiri, selamanya. Gejala yang tampak dari luar, al: rangkap jabatan, sulit suksesi (pergantian) pengurus – karena tidak ada yang mau mengabdi – bagi organisasi sosial, anggota yang merasa tertipu – karena kenyataan tidak semanis yang dijanjikan – lalu meninggalkan organisasi, kegiatan / proker tidak berjalan, eksistensi di masyarakat menurun, dan akhirnya bila tidak ada perbaikan, organisasi tersebut akan dilupakan kemudian mati.

Mengapa kaderisasi gagal?

Kaderisasi gagal biasanya terjadi karena beberapa hal: 1) Pelatih / Senior tidak memiliki kemampuan melatih, 2) Pelatih / Senior tidak memiliki kemauan melatih, 3) Tidak ada anggota / kader untuk dilatih

5. Pendanaan

Walaupun bukan utama, tetapi pendanaan mampu menggerakkan pondasi organisasi yang lain. Tidak sedikit organisasi yang stagnan/mandek karena kekurangan dana operasional. Oleh karena itu, menggali dana dan mengatur dana secra profesional akan mampu melancarkan program-program organisasi yang telah direncanakan.

Manajemen Manajemen dengan tujuan (MBO) adalah suatu pendekatan sistematis dan terorganisir yang memungkinkan manajemen untuk fokus pada tujuan dicapai dan untuk mencapai hasil terbaik dari sumber daya yang tersedia.
It aims to increase organizational performance by aligning goals and subordinate objectives throughout the organization. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja organisasi dengan tujuan menyelaraskan dan tujuan bawahan di seluruh organisasi. Ideally, employees get strong input to identify their objectives, time lines for completion, etc. MBO includes ongoing tracking and feedback in the process to reach objectives. Idealnya, karyawan mendapatkan masukan kuat untuk mengidentifikasi tujuan mereka, garis waktu untuk penyelesaian, dll MBO meliputi pelacakan yang sedang berlangsung dan umpan balik dalam proses untuk mencapai tujuan.
Management by Objectives (MBO) was first outlined by Peter Drucker in 1954 in his book 'The Practice of Management'. Manajemen oleh Tujuan (MBO) pertama kali dijelaskan oleh Peter Drucker pada 1954 dalam bukunya 'The Practice of Management'. In the 90s, Peter Drucker himself decreased the significance of this organization management method, when he said: "It's just another tool. It is not the great cure for management inefficiency... Management by Objectives works if you know the objectives , 90% of the time you don't." Pada tahun 90-an, Peter Drucker sendiri menurunkan pentingnya metode manajemen organisasi, ketika ia berkata:. "Ini hanya alat lain ini bukanlah obat besar untuk inefisiensi manajemen ... Manajemen oleh Tujuan bekerja jika Anda tahu tujuan , 90% dari waktu Anda tidak. "
Core Concepts Konsep Inti
According to Drucker managers should "avoid the activity trap", getting so involved in their day to day activities that they forget their main purpose or objective. Menurut Drucker manajer harus "menghindari jebakan aktivitas", mendapatkan begitu terlibat dalam kegiatan mereka sehari hari itu mereka melupakan tujuan utama mereka atau tujuan. Instead of just a few top managers , all managers should: Alih-alih hanya beberapa manajer puncak , semua manajer harus:
  • participate in the strategic planning process, in order to improve the implementability of the plan, and berpartisipasi dalam perencanaan strategis proses, dalam rangka meningkatkan implementability dari rencana, dan
  • implement a range of performance systems, designed to help the organization stay on the right track. menerapkan berbagai sistem kinerja, yang dirancang untuk membantu organisasi tetap pada jalur yang benar.
Managerial Focus Fokus Manajerial
MBO managers focus on the result , not the activity. Manajer MBO memfokuskan pada hasil , bukan kegiatan. They delegate tasks by "negotiating a contract of goals" with their subordinates without dictating a detailed roadmap for implementation. Mereka mendelegasikan tugas dengan "negosiasi kontrak tujuan" dengan bawahan mereka tanpa mendikte peta jalan rinci untuk implementasi. Management by Objectives (MBO) is about setting yourself objectives and then breaking these down into more specific goals or key results. Manajemen oleh Tujuan (MBO) adalah tentang pengaturan diri tujuan dan kemudian melanggar ini ke dalam tujuan yang lebih spesifik atau hasil kunci.
Main Principle Prinsip Utama
The principle behind Management by Objectives (MBO) is to make sure that everybody within the organization has a clear understanding of the aims, or objectives, of that organization, as well as awareness of their own roles and responsibilities in achieving those aims. Prinsip di balik Manajemen oleh Tujuan (MBO) adalah untuk memastikan bahwa setiap orang dalam organisasi memiliki pemahaman yang jelas tentang tujuan, atau tujuan, dari organisasi tersebut, serta kesadaran peran dan tanggung jawab mereka sendiri dalam mencapai tujuan tersebut. The complete MBO system is to get managers and empowered employees acting to implement and achieve their plans, which automatically achieve those of the organization. Sistem MBO lengkap untuk mendapatkan manajer dan karyawan diberdayakan bertindak untuk menerapkan dan mencapai rencana mereka, yang secara otomatis mencapai orang-orang dari organisasi.
Where to Use MBO Dimana Gunakan MBO
The MBO style is appropriate for knowledge-based enterprises when your staff is competent. Gaya MBO adalah sesuai untuk perusahaan berbasis pengetahuan ketika staf anda kompeten. It is appropriate in situations where you wish to build employees' management and self-leadership skills and tap their entrepreneurial creativity , tacit knowledge and initiative. Hal ini sesuai dalam situasi di mana Anda ingin membangun manajemen karyawan dan kepemimpinan diri keterampilan dan keran kreativitas kewirausahaan , pengetahuan tacit dan inisiatif.


narasumber :
http://id.shvoong.com/business-management/management/2037796-pondasi-organisasi/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar